Senin, 10 November 2008

Jatuh Cinta (Lagi)

Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Mungkin kalau itu kejadian bertahun-tahun yang lalu, aku akan dengan sukacita menerimanya dengan tangan lebar. Tapi jatuh cinta di saat seperti sekarang ini??? Hmmm... sangat susah untuk dikatakan. Bukan berarti aku tidak mensyukurinya namun sesungguhnya perasaaan was-was lah yang ada.

Bagaimana tidak???!!! Bertahun-tahun lamanya, lebih tepatnya mungkin beberapa belas tahun lalu, aku mendapat anugrah cinta yang luar biasa. Aku yang tak pernah percaya pada pandangan pertama, bisa langsung tunduk dan jatuh saat pertama kali melihat pria BGST. Setelah itu... yah, itu tadi. Semua terasa begitu indah, terkadang membingungkan, membuat siang jadi malam dan sebaliknya... dan berjuta perasaan aneh lainnya. Namun seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya penantian kosong itu harus disudahi dengan telak. Tak ada yang terjadi walaupun asa itu tak pernah hilang. Aku harus dihadapkan pada kenyataan bahwa pria BGST itu tak pernah menganggap bahwa rasa itu pernah ada pada dirinya. Malah aku menjadi penghianat, karena dianggap menghianati persahabatan yang ditawarkan olehnya. Hati ini pun terluka parah. Terseok-seok berusaha menjadi kuat kembali dan membiarkan waktu menjadi obat pahit untuk menawarkan luka itu. 

Setelah kejadian itu, walau pun akhirnya kita tetap berteman baik, aku menjadi sedikit takut untuk jatuh cinta lagi. Takut jika hati ini salah memilih lagi dan terluka kembali. Namun, sekali lagi, aku hanyalah manusia biasa. Manusia yang tak pernah bisa menghindari apa yang ingin dilakukan oleh Sang Pencipta. Sekali lagi aku jatuh cinta. Sekali lagi jatuh pada orang yang salah. Beruntung hati ini belum terlalu dalam. Jadi tak pernah ada luka yang harus dirawat. Hanya tergores sedikit, tak berdarah. Saat itu aku meng-sms pria BGST. Jawabannya membuatku agak terpana, "... sensor attractionmu perlu direstart kayaknya". Wah, sebegitu parahkah????!!!! 
Aku tak terlalu ambil pusing. Hanya saja, setelah itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk tak lagi berharap apa-apa. Aku mencoba untuk menerima dengan lapang dada, barangkali ALLAH SWT telah menyiapkan jodoh terbaik untuk ku bukan di dunia, tapi disimpan untuk nanti. Karena ALLAH lebih tahu yang terbaik untuk aku.

Tapi sekali lagi, ALLAH berbaik hati padaku. Disaat aku mulai merasa yakin bisa hidup sendiri, ALLAH hadirkan kembali rasa itu di dada ini. Aku jatuh cinta... lagi. Kali ini... sekali lagi... dengan orang yang salah lagi. Tak bisa aku paparkan, namun perasaanku mengatakan bahwa rasa ini tak bisa diteruskan. Mungkin orangnya tak salah, hanya hati ini yang salah memilih. Karena saat rasa itu masuk ke hati, aku tak pernah menyadarinya. Tiba-tiba saja dia sudah ada disana, duduk dengan manisnya dalam salah satu sudut relung hati. 

Ketika aku menyadarinya, rasa takut itu menaklukkan segala rasa keikhlasan yang aku miliki. Karena aku sadar, bila kali ini hati sudah tertanam kembali, tidak akan mudah bagiku untuk bisa berdiri kembali. Seakan-akan tak terjadi apa-apa dan kembali melanjutkan hidup seperti biasa. Malam itu dengan berurai air mata aku memohon pada ALLAH, karena aku tak punya daya apa-apa. Pada malam itu pula, aku menyadari sekali lagi... kembali lagi... aku harus merelakan cinta itu pergi lagi, karena aku belum dianggap berhak untuk menyimpannya dalam hati selamanya. Sekarang, di malam ini aku berusaha untuk menahan agar air mata ini tak lagi turun, untuk bisa dengan ikhlas merelakan rasa itu pergi meninggalkan hati ini... sekali lagi. Aku harus bisa untuk merelakan hati ini kehilangan cinta itu lagi. Dalam diam, hanya doa yang bisa aku panjatkan... agar ALLAH SWT selalu menjaga agar aku bisa tetap berdiri seperti kemarin dan esok. 


Dear GOD…

I’ve never thought one day I’d ask YOU this
I’ve never imagined this could exist
I’ve never even dreamt it would happen
But now, I am trapped in it.

I never ask for a lot of money
I am not brave enough to ask for fame
I just ask one simple thing…
Let me be in love again.


Let me laugh just to hear his voice
Let me glow just after receiving a romantic poem
Let me be happy just for a rose
Let me fly just to see his silhouette.

Then the blue cloud is turning into grey cloud
The sun is hiding behind the cloudy dark sky
The wind is turning into the storm
The moon won’t show up.

GOD…
If I don’t deserve it
Let this feeling go soon
Don’t let it stay longer
Don’t let it hurt me again.

Dear GOD…
Please let me keep only the good things of love
In my heart forever
Please let me keep the last man’s love
Deep down at the bottom of my heart.


For efaka -the love that I can’t have.
Let it go, GOD… please…
29 October 2008

1 komentar:

W mengatakan...

how do you know it has come to an end? r u giving up, le?

never stop to believe that everything happens for a reason. ok?