Selasa, 11 November 2008

Andai Aku Bisa...

Sepotong bait dari salah satu lagu Chrisye itu tiba-tiba menempel di telingaku. Dengan suaranya yang khas, bait-bait dalam lagu itu seakan menyuarakan suasana hatiku yang saat itu sedang bergejolak tak jelas. Sebenarnya itulah kata yang ingin aku katakan pada seseorang yang dalam hari-hari terakhir ini mampu memberikan warna lain dalam hidupku. Betapa aku ingin bisa menjelaskan kepadanya betapa besarnya rasa yang aku punya untuk dirinya. 
Namun sayang, aku tak punya keberanian untuk itu. Yang bisa aku lakukan hanyalah berharap dari jauh, mudah-mudahan dia menyadari bahwa ada rasa itu untuknya. 

Hmmm... Andai aku bisa, ingin ku katakan padanya aku tak pernah tahu kapan rasa itu ada. Aku tak pernah tahu bagaimana aku harus menyikapi rasa itu. Aku tak pernah mengerti bagaimana rasa itu bisa bercokol di salah satu relung hatinya. Dan andai aku bisa... aku akan dengan tenang berdiri di hadapanmu dan berkata bagaimana aku menyayangimu setulus hati dan berharap ada rasa yang sama darimu.

Andai aku bisa... sebuah kalimat pengharapan terakhir dariku. 
Namun... karena aku tak tahu harus bagaimana, aku harus menyerah. 
Menyerah sebelum semuanya terlanjur terasa lebih sakit. 
Andai aku bisa... aku ingin melihat dirinya sekali lagi sebelum semuanya benar-benar aku tutup untuk menjadi sebuah masa lalu. 

Andai aku bisa...


Tidak ada komentar: