Senin, 28 Desember 2009

As The Time Goes By...

On the next couple of days, we are going to heading into the new year, 2010. It's hard to believe once you're just celebrated the new year of 2009 but it's a life. There are so many things happening to me in the 2009. It have been a tough and hard year for me. There were so many good things happen and also bad things.

I started this year with uncertain feeling. Having a new boss which used to be my partner, it's really give me a hard time. I was giving a new client as a new challenge for my next promotion. But it's mean along working hours with a much burden of responsibility on my shoulder. I can managed it so far until the mid of the year. Another surprise made me re-thinking my decision to stay at the company and the option to back to university again.

GOD have GOD's own planned. Just before my 40th birthday, GOD gave me a lot of good things. First, finally I passed my master test at UI. Second, GOD re-unite me with my long lost friend - HS. This person used to be my boyfriend when we were at junior high school. I'm so happy. It's like a perfect condition just to visualize the phrase "The live is begin at 40th".

The long working hours, back and forth between office and campus, hard to satisfy client's, the possessive old friend are really dragging up my concentration and destiny. I lost my confidence along the way and of course my energy to do anything else. I'm even not dare to dream. I let go all my dreams just to finish what I have to do and get paid for it.

As a result, I screw up everything. My job, my studying, my class, my relationship with my my mom and off course... I let down my students. It makes me so sad and disappointed. I promise myself that I won't ever to do it again on my career as a lecturer. That's not all.

By the end of this year, I got yearly appraisal from my direct boss. Deep down in my heart, I know the appraisal won't get better as the result of my vocal voice. So, I've plan to looking for a new job sooner. The other reason is my master class tight schedules. The next semester, I have to go the campus every night. I have to take 5 classes. But again what really happen, it's really hit me. Totally!

My boss said I did a good job but unlucky me that he received my expired resignation letter and have to release me due to reshuffle team. I totally shocked, so I can't say anything unless asked him what my weakness. Later on I found out that he just lied. A really big lied just to get rid of me. It's personal reason.

That's GOD interfered ways. GOD know how hard I was working. GOD know I have to look a new job but too afraid to look the new one soon. So, GOD just gave me this bad reason for me to quit. The next day, I went to my boss room and gave him my new resignation letter. What a sad way to close the 2009.


As the time goes by, we just life the live everyday. Once it happen, we only can regret it but we can't go back to those days again. The only thing left is the precious lesson of life.

Even tough I'm so scared to face the future but I believe GOD won't let me down. GOD will always taking care of me. I have to trust GOD in every single things in my life. So... I optimist the next new coming year will be better for me. I have to assure myself that I can do it. I have to keep the fighting spirit in my heart.

And for my boss???? Gosh!!!! I hate to admit that I forgave him but it's hard to forget what he did to me. I believe GOD already have another plan for him as the result to what he did to me and the others. No need to pray something bad happen to him.

I do hope for the next new coming year, I will have a better life. I could find my life partner, new job, good result for my master program and always in GOD protection.

Happy New Year 2010 everyone.

Jumat, 10 Juli 2009

Andai Ku Dapat...

Ini adalah tulisan pertama ku di tahun 2009. Sebetulnya banyak hal yang sangat ingin aku ceritakan di sini, namun kerjaan yang semakin hari semakin menggila, membuatku tak pernah punya waktu untuk menuliskannya. Hanya saja, hari ini aku tak mampu untuk mengelak lagi keinginan untuk mencurahkan isi hatiku.

Tahun ini adalah tahun yang panjang. Dalam artian, semakin sering aku pulang malam karena terpaan kerjaan yang sepertinya tak kunjung usai. Akibatnya, banyak kelas ku yang tertinggal. Seringkali aku tak bisa memusatkan konsentrasi saat mengajar di kelas, terutama kelas pagi, karena aku baru saja tiba di rumah dini hari. Belum lagi tiba-tiba pangilan tugas untuk shooting di Yogja. Bisa dibayangkan akibatnya. Satuan acara pengajaran yang sudah aku buat tak bisa terkejar, tugas anak-anak terbengkalai, dan aku dilanda kebosanan luar biasa terhadap pekerjaan di kantor.

Semester ini memberikanku pelajaran yang sangat berharga. Jangan menjadi orang yang serakah! Keserakahan untuk bisa memberikan ilmu lebih banyak kepada mahasiswa, membuatku tak bisa mengukur lagi kemampuan tenaga serta waktu yang ada. Aku bersikeras untuk memegang semua kelas yang dipercayakan pada ku. Padahal pekerjaan di kantor sedang berada di bulan-bulan penuh promosi. Akhirnya reputasiku sebagai dosen yang tangguh, disiplin, menyenangkan, dan penuh pengertian tak lagi datang. Terutama di Paramadina yang sangat disiplin. Belum usai masalah ini selesai, tiba-tiba aku merasa keberadaanku di kantor mulai secara terselubung dialihkan kepada anak emas baru. Tak ada yang beres dan menyenangkan.

Keadaan inilah yang membuatku sadar bahwa aku harus menyerah. Bukan karena aku tak mampu, tapi jika aku ingin hasil yang maksimal, aku tak boleh serakah. Semua sudah ada bagiannya. Waktunya bagiku untuk memilih. Antara pekerjaanku yang sekarang, dengan kondisi gaji yang lumayan namun tak ada penghargaan yang tulus. Atau memilih pekerjaan baru sebagai dosen tetap dengan gaji yang seadanya tapi ada kepuasan melihat anak-anak itu bisa berhasil.

Pilihan kedua sepertinya jauh lebih menarik. Hanya saja ada kendala untuk mencapainya. Aku belum punya gelar Master. Aku masih harus kembali ke bangku kuliah. Kendala utamanya adalah besarnya biaya untuk kuliah tersebut. Walaupun aku bisa memperoleh penghasilan dari mengajar, tapi jumlah honor yang sekarang aku terima tak akan cukup untuk membayar uang kuliah, bahkan untuk hidup sehari-hariku masih kurang. Namun, aku tahu kemampuan diriku. Aku tak akan mampu untuk kuliah dan bekerja di tempat sekarang ini. Mencari tempat baru???

Mungkin inilah pilihan lain yang bisa ku lirik. Pertanyaannya sekarang adalah: dimana??? sebagai apa??? masih lakukah aku dipasaran dunia iklan yang serba cepat dan keras ini??? Inilah persimpangan jalan yang sebenarnya telah memenuhi kepalaku sejak masuk tahun 2009. Hingga hari ini aku masih belum bisa menjatuhkan pilihan. Bagaikan buah simalakama, dimakan mati ibu, tak dimakan ayah mati.

Aku tahu sebagai seorang muslim, aku tak boleh menyerah. Aku hanya ingin diperbolehkan untuk beranda-andai... satu kali saja.

Andai ku dapat...
Akan ku minta pagi datang lebih cepat
Saat rasa kantuk itu tak juga datang.
Akan ku minta malam datang menghampiri lebih awal
Agar rasa kantuk ini bisa segera terobati.


Andai ku dapat...
Akan ku kembalikan kemarin pada hari ini
Agar tak perlu khawatir akan hari esok.

Andai ku dapat...
Aku ingin tetap bersamanya
Agar aku punya tempat bercerita.

Begitu banyak andai yang ku inginkan...
Andai ku dapat memiliki semuanya...
Ah... begitu indah kata Andai.

Namun, aku tahu...
Aku tak dapat berandai-andai
Agar aku bisa mewujudkan semuanya.


Bantu aku ya, Allah... agar bisa kuat dan cermat untuk membuat pilihan. Amin.