Ayah...
Perlahan ku panggil dirimu
Perlahan ku eja panggilan sayang itu
Perlahan ku bisikkan ke telingamu.
Ayah...
Baru kemarin kau duduk bersama kami
Baru tadi pagi ku cium keningmu
Hanya beberapa jam lalu ku peluk dirimu.
Ayah...
Bisakah kau mendengar panggilanku?
Dapatkan kau dengar bisikanku?
Bisakan kau aminkan doaku untukmu?
Ayah...
Ku seka air mata di sudut matamu yang tertutup
Ku cium hidungmu yang terpasang selang oksigen
Ku genggam erat tanganmu yang tergolek lemah.
Ayah...
Walau aku ingin kau selalu ada di sisiku
Walau aku ingin bisa selalu memanggilmu
Walau aku ingin selalu melihat wajah tuamu.
Tapi aku tahu...
Kini saatnya aku harus melepasmu
Merelakanmu untuk kembali pada-Nya
Kembali kepada Yang Menciptakan dan Memiliki jiwa ini.
Selamat jalan, ayah...
Selamanya cinta ayah akan selalu ada di hati ini
Selamanya kasih sayang ayah akan bersemi di jiwa ini
Selamanya kekuatan ayah akan menopangku untuk tegar.
Selamat jalan... ayahku tercinta.
12 September 2001
Untuk mengenang kebersamaan dengan ayahanda H. Mohammad Syarief Tahir