Selasa, 03 Juni 2008

Mudahkan Segalanya

Sebetulnya ini bukanlah tulisan baru, ini tulisanku dari blog-ku yang lain. Hanya saja ketika aku berhasil membuat blog ini, aku ingin berbagi cerita dengan teman-teman. Karena blog yang lama agak susah untuk diakses. Ini adalah curahan hati ketika Senin (02/06/08) lalu. 


Senin pagi... lagi...
Rasanya baru kemarin hari Senin dan sekarang sudah Senin lagi. Sepertinya aku sudah mulai terkena "Monday Syndrome" lagi. Setiap Minggu malam, sepertinya seluruh badanku mulai terasa aneh. Kepala mulai pusing-pusing. Padahal kemarin waktu makan malam di luar bersama keluargaku, keluhan itu tak ada dan terasakan. 

Sabtu kemarin, aku bertemu Retno- teman seperjuangan di kantor lama. Kami berdua ngobrol panjang lebar. Termasuk salah satu topiknya adalah bagaimana kita harus mensyukuri semua kebaikan yang telah kita terima selam ini. Salah satu yang harus disyukuri adalah pekerjaan yang sudah kita dapatkan. Setelah berjuang keras, kita berdua bisa bekerja kembali. Aku bisa kembali bekerja sebagai pekerja tetap di sebuah anak perusahaan iklan besar, sebagai Copywriter. Sementara Retno, walaupun pekerjaan yang sekarang dijalaninya hanya paruh waktu, tetapi paling tidak sekarang dia punya kesibukan baru. Mudah-mudahan hal ini bisa membuka jalan bagi Retno untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang lebih menjanjikan.

Dari pembicaraan panjang Sabtu malam itu, aku sangat menyadari bagaimana beruntungnya aku. Ditengah-tengah orang-orang kesulitan mendapatkan pekerjaan, Alhamdulillah aku bisa mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang bisa mencukupi kebutuhan bulananku, terutama untuk membayar tagihan-tagihan kartu kreditku. 

Sekarang, permasalahannya adalah bagaimana mengurangi segala keluhan yang berhubungan dengan pekerjaan itu. Agar aku bisa bekerja dengan penuh kesenangan, keikhlasan, dan sepenuh hati. Bukan bekerja dengan segala keterpaksaan atau setengah hati. Ah, sepertinya hal yang terakhir ini yang sulit. Apalagi dengan semua kejadian di kantor belakangan ini, membuat aku semakin merasa bekerja hanya sebagai "just for the sake of money".

Adakah jalan lain untuk membuat semuanya lebih berharga? Lebih menyenangkan dan layak untuk dipertahankan atau diperjuangkan untuk dilanjutkan?

Hanya sepotong doa yang aku kirimkan pagi ini:
"Ya Allah, yang Maha Rahim... mudahkanlah segala suatunya, terutama pekerjaanku hari ini. Berikan aku kesabaran dan keikhlasan untuk bisa menjalani semua yang telah Engkau berikan. Jadikan segala sesuatunya bermanfaat bagiku. Dan janganlah Engkah tinggalkan aku dalam segala kesulitan ini, karena hanya Engkaulah tempat aku meminta dan memohon pertolongan".

Semoga doa yang aku kirimkan pagi ini bisa menjadi bekal untuk memulai Senin pagi ini.

Ayo tetap SEMANGAT!!!


Tidak ada komentar: